Warga Keluhkan Bau Limbah, SPPG Karangmalang Klaim Pengolahan Sesuai Juknis

Warga Keluhkan Bau Limbah, SPPG Karangmalang Klaim Pengolahan Sesuai Juknis
Ilustrasi limbah. (Image by Magnific)

Malukutime.com, SRAGEN — Sebanyak 3-4 keluarga di wilayah Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen, mengeluhkan bau limbah di aliran sungai. Limbah di sungai kecil tersebut diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Sragen, dengan jarak sekitar 100 meter dari sungai tersebut. Namun, pihak SPPG mengklaim pengolahan limbah di tempat tersebut sudah sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).

Keluhan warga terkait bau limbah di sungai tersebut terjadi sekitar 1,5 bulan lalu. Warga telah mengirimkan surat aduan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Puro, Karangmalang, Sragen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, Pemdes Puro kemudian mengadakan pertemuan dengan pengelola SPPG untuk menindaklanjuti aduan warga tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen, Albert Pramono Soesanto, mengaku belum mendapat aduan terkait keluhan bau limbah dari warga.

“Iya, dulu bau limbahnya memang tidak enak gitulah. Bau limbah ya seperti itu,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya kepada Espos, Senin (7/9/2026).

Camat Karangmalang, Sragen, Dani Wahyu Setiawan, mengungkapkan keluhan bau limbah tersebut pernah disampaikan warga sekitar sebulan lalu. Dani kemudian menindaklanjuti keluhan tersebut dengan meminta kepala SPPG yang bersangkutan menindaklanjutinya.

“Setelah itu saya tidak memantau lagi karena saya kira sudah langsung ditindaklanjuti dari pihak SPPG terkait. Sekarang, kalau saya lewat di lokasi sungai yang dikeluhkan warga sudah tidak begitu berbau. Barangkali limbah di sungai itu tidak hanya dari SPPG, tetapi dari limbah rumah tangga lainnya. Di sungai itu memang air menggenang karena ada semacam dam kecil,” ujar dia.

Dani mengatakan akan kembali memantau perkembangan tindak lanjut dari pihak SPPG. Terkait adanya pertemuan antara pengelola SPPG dan Pemdes Puro, Dani mengaku tidak mendapat pemberitahuan.

Sesuai Juknis BGN

Sementara itu, Mitra SPPG Kroyo, Karangmalang, Sragen, Warih Handoyo, saat ditemui wartawan, Senin sore, mengungkapkan SPPG tersebut telah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dibangun sesuai standar dan petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Dia mengungkapkan IPAL tersebut juga diberi bakteri pengurai. Menurut dia, air yang dikeluarkan dari instalasi tersebut benar-benar bersih dan bening. Kendati demikian, Warih menyatakan keluhan warga tetap ditangani.

“Kemungkinan bau limbah itu tidak serta-merta dari SPPG saja, tetapi dari limbah rumah tangga lainnya. Gorong-gorong yang mampet sehingga airnya menggenang juga menjadi pemicu bau. Apalagi saat musim kemarau aliran air sungai tidak lancar seperti musim penghujan. Kami sudah menangani limbah di sungai itu dengan mengerahkan relawan untuk bersih-bersih. Kami juga menggunakan jasa sedot limbah. Kemudian tahap ketiga, kami meminta bantuan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menyemprot gorong-gorong supaya air lancar,” jelas Warih.

Warih menyampaikan penanganan limbah di sungai tersebut sebagai bentuk kepedulian SPPG atas keluhan masyarakat. Dia menerangkan lokasi bau limbah yang dikeluhkan warga sebenarnya cukup jauh dari SPPG, yakni sekitar 150 meter dari SPPG.

Dia mengungkapkan lingkungan di sekitar SPPG dan lokasi yang berdekatan dengan dapur tidak mendapat keluhan bau limbah.

“Informasi yang kami dapat, hanya tiga warga yang mengeluhkan bau limbah tersebut dan lokasinya di luar lingkungan dapur. Kalau di sekitar dapur malah tidak ada keluhan. Kalau limbah di sungai itu kan sumbernya tidak hanya dari air SPPG, tetapi juga dari limbah rumah tangga lainnya. Baunya ya seperti bau peceren (limbah rumah tangga). Kondisi sekarang tidak berbau karena ada penanganan. IPAL kami pun terus di-treatment. Dalam waktu dekat, kami juga akan memelihara ikan di bak pengolahan limbah,” jelas dia.

SPPG Kroyo tersebut melayani 2.800-2.900 porsi makan bergizi gratis (MBG) setiap hari. SPPG tersebut melayani sebanyak 20 sekolah di wilayah Karangmalang dan sekitarnya.

Leave a Reply