Malukutime.com, SOLO — Kontingen Kota Solo dipastikan tidak tampil di tiga cabang olahraga (cabor) pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Tiga cabor tersebut adalah berkuda, dayung, dan arung jeram.
Ketua Umum KONI Solo, Her Suprabu, menjelaskan absennya atlet Solo di tiga cabor itu dipicu penyebab yang berbeda. Khusus cabor berkuda, nomor tersebut tidak dipertandingkan akibat konflik internal organisasi di tingkat Jawa Tengah.
“Untuk berkuda memang tidak dipertandingkan di Porprov tahun ini karena adanya dualisme di tingkat kepengurusan. Padahal, pada Porprov edisi sebelumnya, cabor berkuda ini menjadi salah satu lumbung medali emas bagi Kota Solo,” ujar Her Suprabu saat diwawancarai Espos, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, cabor dayung dan arung jeram gagal diikuti karena atlet Solo tidak mampu lolos babak kualifikasi (BK).
“Untuk dayung dan arung jeram, kita tidak lolos BK. Jadi total ada tiga cabor yang nanti Solo tidak ikut berpartisipasi,” jelasnya.
Berkuda Tak Dipertandingkan, Dua Cabor Gagal Lolos BK
Her mengakui absennya tiga cabor tersebut memengaruhi kekuatan kontingen Solo karena berpotensi mengurangi perolehan medali. Terlebih, berkuda selama ini menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi Kota Solo.
Meski demikian, KONI Solo telah melakukan kalkulasi ulang dengan memaksimalkan peluang dari 54 cabor yang akan diikuti 628 atlet.
Untuk menutup potensi kehilangan medali dari berkuda, dayung, dan arung jeram, KONI Solo memperkuat persiapan sejumlah cabor unggulan, terutama cabang olahraga bela diri seperti anggar, wushu, pencak silat, tinju, karate, dan taekwondo.
“Secara otomatis hilangnya tiga cabor ini memang sedikit merugikan kita dalam kalkulasi medali. Namun, hal itu kita tutup dengan mengoptimalkan cabor-cabor lain yang potensi emasnya sangat besar. Target realistis kita tetap mengejar posisi runner-up dengan proyeksi hingga 100 medali emas,” kata dia.
Her menambahkan seluruh persiapan teknis maupun nonteknis kontingen Solo terus dimatangkan. KONI berharap absennya tiga cabor tidak memengaruhi mental bertanding para atlet sehingga target finis sebagai runner-up dengan raihan sekitar 100 medali emas tetap bisa tercapai.

Leave a Reply