Malukutime.com, SOLO — Tidak ada nama yang lebih identik dengan sepak bola Mesir saat ini selain Mohamed Salah.
Kapten tim nasional itu kembali menjadi pusat perhatian ketika Mesir bersiap tampil di Piala Dunia 2026. Bagi banyak pendukung, turnamen di Amerika Utara bisa menjadi kesempatan terbaik sekaligus kesempatan terakhir bagi generasi Salah untuk membawa The Pharaohs mencetak sejarah.
Mesir datang dengan modal yang cukup menjanjikan. Mereka lolos ke putaran final dengan catatan impresif setelah tidak terkalahkan sepanjang kualifikasi.
Dikutip dari Sports Illustrated, Senin (1/6/2026), Mesir membukukan delapan kemenangan dan dua hasil imbang dari 10 pertandingan. Mereka mencetak 20 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Salah menjadi motor utama keberhasilan tersebut dengan torehan sembilan gol dan tiga assist sepanjang kualifikasi.
Mesir tergabung di Grup G bersama Belgia, Iran, dan Selandia Baru.
Hossam Hassan Bangun Tim yang Disiplin
Keberhasilan Mesir tidak lepas dari sentuhan Hossam Hassan. Legenda sepak bola Mesir yang kini berusia 59 tahun itu mengambil alih tim nasional pada 2024 dan langsung membangun identitas permainan yang jelas.
Hassan lebih mengutamakan organisasi pertahanan yang rapat dibanding permainan menyerang yang atraktif. Dengan formasi 3-5-2, Mesir mengandalkan disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik untuk meredam lawan.
Pendekatan tersebut terbukti efektif selama kualifikasi ketika mereka hanya kebobolan dua gol dalam 10 pertandingan.
Meski tidak selalu menghibur, gaya bermain seperti ini membuat Mesir menjadi lawan yang sulit ditembus.
Mohamed Salah Jadi Tumpuan
Meski telah memasuki usia 34 tahun, Mohamed Salah tetap menjadi harapan terbesar Mesir. Penyerang Liverpool itu bukan hanya kapten tim, tetapi juga simbol sepak bola Mesir selama lebih dari satu dekade terakhir.
Kemampuan mencetak gol, pengalaman di level tertinggi, dan pengaruhnya di ruang ganti membuat Salah tetap menjadi pemain yang paling menentukan.
Namun, Mesir tidak hanya bergantung pada Salah. Mereka juga memiliki Omar Marmoush yang tampil impresif di level klub dan diproyeksikan menjadi tandem utama Salah di lini depan.
Selain itu, muncul nama Ibrahim Adel yang menjadi salah satu talenta muda paling menarik dalam skuad Mesir. Pemain yang saat ini bermain di Denmark bersama FC Nordsjaelland tersebut dikenal memiliki kemampuan dribel dan kreativitas yang dapat memberi warna baru dalam serangan The Pharaohs.
Mesir Ingin Pecah Telur di Piala Dunia
Meski berstatus sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Afrika, catatan Mesir di Piala Dunia jauh dari kata mengesankan.
The Pharaohs baru tampil tiga kali di putaran final dan belum pernah memenangkan satu pertandingan pun. Dari tujuh laga yang telah dijalani sepanjang sejarah Piala Dunia, Mesir hanya mampu meraih dua hasil imbang dan menelan lima kekalahan.
Karena itu, target utama mereka di Amerika Utara bukan sekadar tampil kompetitif. Mesir ingin meraih kemenangan pertama dalam sejarah Piala Dunia sekaligus membuka peluang lolos ke fase gugur.
Dengan format baru yang memberi lebih banyak tiket ke babak berikutnya, peluang tersebut dianggap lebih realistis dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Jika Salah dan Marmoush mampu tampil dalam performa terbaik, Mesir berpeluang menjadi salah satu tim kejutan di Grup G.
Profil Timnas Mesir
- Julukan: The Pharaohs
- Pelatih: Hossam Hassan
- Formasi utama: 3-5-2
- Gaya bermain: Serangan balik
- Kekuatan: Penyerang cepat, organisasi pertahanan yang solid
- Kelemahan: Kedalaman skuad dan kreativitas lini tengah
- Prestasi terbaik Piala Dunia: Fase grup
- Penampilan Piala Dunia: 4 kali
Jadwal Mesir di Grup G Piala Dunia 2026
- 15 Juni: Belgia vs Mesir — Lumen Field
- 21 Juni: Selandia Baru vs Mesir — BC Place
- 26 Juni: Mesir vs Iran — Lumen Field
Skuad Mesir di Piala Dunia 2026
Kiper: El Mahdy Soliman (Zamalek), Mohamed Alaa (El Gouna), Mohamed El Shenawy (Al Ahly), Mostafa Shobeir (Al Ahly).
Bek: Mohamed Hany (Al Ahly), Tarek Alaa (Zamalek), Hamdy Fathy (Al Wakrah), Ramy Rabia (Al Ain), Yasser Ibrahim (Al Ahly), Hossam Abdelmaguid (Zamalek), Mohamed Abdelmonem (Nice), Ahmed Fatouh (Zamalek), Karim Hafez (Pyramids).
Gelandang: Marwan Attia (Al Ahly), Mohanad Lasheen (Pyramids), Nabil Emad (Al Najma), Mahmoud Sabre (Zed), Ahmed Zizo (Al Ahly), Emam Ashour (Al Ahly), Mostafa Ziko (Pyramids), Mahmoud Trezeguet (Al Ahly), Ibrahim Adel (Nordsjaelland), Haissem Hassan (Real Oviedo).
Penyerang: Omar Marmoush (Manchester City), Mohamed Salah (Liverpool), Hamzah Abdelkarim (Barcelona B).

Leave a Reply