Tidak Layak Terbang, 25 Calhaj Embarkasi Solo Dipulangkan ke Daerah Asal

Tidak Layak Terbang, 25 Calhaj Embarkasi Solo Dipulangkan ke Daerah Asal
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Fitriyanto, ketika ditemui di Asrama Haji Donohudan, Selasa (21/4/2026). (Daerah/Dhima Wahyu Sejati)

Malukutime.com, BOYOLALI — Sebanyak 25 calon haji (calhaj) dan atau pendampingnya dari Embarkasi Solo dipulangkan kembali ke daerah asal karena berdasarkan pemeriksaan kesehatan dinyatakan tidak layak terbang pada musim haji 2026. Data itu merupakan akumulasi dari pemberangkatan kloter 1 hingga Sabtu (2/5/2026).

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo sekaligus Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jateng, Fitriyanto, mengatakan petugas memperketat syarat istitaah kesehatan mengikuti kebijakan Pemerintah Arab Saudi.

“Ada 25 orang [calhaj] yang dikembalikan ke daerah asal, ada juga yang pendampingnya. Biasanya berangkat ada suami-istri, misal suaminya sakit dan dipulangkan, biasanya istrinya ikut pulang,” kata dia kepada wartawan di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Sabtu (2/5/2026).

Ia mengatakan jika tahun berikutnya mereka dinyatakan istitaah, mereka bisa diberangkatkan. Jika pada tahun berikutnya masih istitaah, nomor porsinya bisa dilimpahkan kepada keluarga seperti suami, istri, anak, atau yang lain.

Fitriyanto menjelaskan rata-rata calon haji yang dipulangkan ke daerah asal berusia lanjut dengan sakit seperti sesak napas hingga pasien cuci darah.

“Kami pastikan jemaah yang berangkat itu benar-benar layak terbang dan memenuhi syarat kesehatan, sehingga beliau-beliau bisa berangkat dan beribadah dengan baik,” kata dia. Ia menambahkan tidak ingin ada jemaah haji yang datang sesampainya di Arab Saudi sakit dan tidak bisa melaksanakan ibadah.

Calhaj Wafat

Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menyampaikan jumlah calon haji asal Embarkasi Solo yang wafat di Tanah Suci hinga kini tercatat dua orang.

“Jemaah yang wafat atas nama Siti Rahayu Sanusi, 63 tahun, dari kloter 12 Embarkasi Solo asal Kabupaten Pekalongan. Wafat pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 10.50 Waktu Arab Saudi [WAS] dan dimakamkan di Baqi Madinah,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Selain itu, Nabiila mengungkapkan terdapat 11 calon haji yang sedang sakit di Embarkasi Solo. Perinciannya, empat orang dirawat di RSUD dr Moewardi, satu orang di RS TNI AU, dan enam orang dalam observasi di poliklinik embarkasi. 

Ia menjelaskan jemaah calon haji yang masih menjalani perawatan akan diberangkatkan pada kloter berikutnya apabila telah dinyatakan istitaah atau memenuhi syarat kesehatan untuk berhaji.

Nabiila juga mengimbau para calon haji agar menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dengan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting. Ia menilai kegiatan seremonial di daerah sebaiknya tidak berlangsung lama agar tidak menyebabkan kelelahan, sehingga kondisi jemaah tetap prima saat memasuki Embarkasi Solo. 

Leave a Reply