Kambing Warga Mati Diduga Diserang Satwa Liar, Warga Tengklik Siaga

Kambing Warga Mati Diduga Diserang Satwa Liar, Warga Tengklik Siaga
Ilustrasi warga yang berjaga di lingkungannya.

Malukutime.com,  KARANGANYAR — Warga Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, meningkatkan kewaspadaan setelah empat kambing milik warga ditemukan mati dan satu lainnya hilang pada Rabu (21/10/2026). Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan serangan satwa liar yang disinyalir berasal dari kawasan Gunung Lawu.

Kepala Desa Tengklik, Paidin, mengatakan warga kini berjaga secara bergiliran di pos keamanan lingkungan (pos kamling) untuk mengantisipasi kejadian serupa. Meski demikian, pemerintah desa tidak memberlakukan jam malam bagi masyarakat.

“Warga tetap siap siaga di pos kamling. Giliran, bergiliran,” kata Paidin saat dihubungi Espos, Jumat (23/10/2026).

Paidin menjelaskan warga belum memasang jebakan untuk menangkap satwa yang diduga menyerang ternak tersebut. Selain jenis satwa belum diketahui secara pasti, warga juga tidak memiliki peralatan untuk menangani binatang buas.

Menurut dia, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di wilayahnya, terutama setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Gunung Lawu.

“Baru pertama. Setelah Gunung Lawu kebakaran, baru kemarin itu. Sebelumnya belum pernah ada kejadian seperti ini,” ujarnya.

Paidin mengatakan satu kambing yang belum ditemukan hingga Jumat merupakan bagian dari lima kambing milik seorang warga yang terdampak kejadian tersebut. Keberadaan kambing itu belum diketahui. Warga juga tidak menemukan jejak yang dapat memastikan ke mana ternak tersebut dibawa. Namun, bulu kambing yang hilang ditemukan di belakang rumah pemiliknya.

Istri pemilik kambing yang hilang, menurut Paidin, mengaku melihat satwa yang diduga macan di lokasi kejadian sekitar pukul 01.00 WIB. Meski demikian, jenis satwa tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan petugas berwenang.

Sebelumnya, Paidin menyampaikan lima kambing milik dua warga ditemukan mati pada Rabu (21/10/2026). Satu kambing diketahui mati sekitar pukul 01.00 WIB, sedangkan empat kambing lainnya baru diketahui kondisinya pada Rabu pagi.

Kambing-kambing yang ditemukan mati mengalami luka di bagian leher yang menyerupai bekas gigitan. Namun, penyebab pasti kematian ternak tersebut belum dapat dipastikan.

Warga Perkuat Kandang Ternak

Sebagai langkah antisipasi, warga mulai memperkuat kandang ternak yang dinilai kurang kokoh. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko ternak kembali menjadi sasaran satwa liar.

“Untuk sementara, kandang warga yang kurang kuat diperkuat lagi,” jelas Paidin.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama kepolisian juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Paidin menyebut petugas BKSDA yang bertugas di wilayah Tawangmangu, Larno, turut memeriksa lokasi bersama anggota kepolisian sektor (polsek).

Meski kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran, Paidin mengatakan aktivitas harian warga sejauh ini masih berlangsung normal. Pemerintah desa mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat menjaga ternak dan beraktivitas di sekitar kandang pada malam hari.

Leave a Reply