Malukutime.com, SRAGEN – Lantunan ujub diungkapkan sesepuh Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Sragen. Puluhan warga Dukuh Sumberan dan para aktivis dari Yayasan Pastika Kabupaten Sragen terdiam mendengarkan. Sembari duduk lesehan beralas tikar, di depan mereka terdapat bancaan nasi tumpeng lengkap dengan gudangan dan telur. Mereka menggelar bancaan di Punden Sumberan dengan tujuh sendang.
Ujub berakhir. Sejumlah ibu-ibu membawa daun pisang yang masih utuh. Daun pisang itu diletakkan di hadapan para warga yang hadir. Kepala Desa Japoh Wiji Hariyanti dan perangkat desanya turut membaur dengan warga.
Demikian pula legislator DPRD Sragen Alex Fitroh Hadi Pornomo dan perwakilan dari Kecamatan Jenar, Suwanto, ikut bergabung dalam bancaan tersebut. Suasana egaliter terlihat. Legislator, pegawai kecamatan, hingga kades ikut makan nasi gudangan dengan alas daun pisang.
Seusai bancaan, para warga dan anggota Pastika Sragen mulai bersih-bersih Punden Sumberan. Ada yang menyapu daun-daun kering di pelataran punden. Ada pula yang membakar daun kering yang menutupi aliran pembuangan air sendang. Seusai dibakar, sisa-sisa bakaran disiram dengan air supaya api benar-benar padam.
Para anggota Pastika ikut serta bersih-bersih. Beberapa menanam bibit pohon keras yang didapat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Setidaknya ada 10 pohon yang ditanam, di antaranya jenis pohon gayam, asem Jawa, maja, pacira, mete, dan bibit tlogosari yang juga disebut padmanaba.
Lokasi penanaman dipilih yang tidak mengganggu karena pada 2027 mendatang punden tersebut akan dibangun pemerintah dengan alokasi anggaran sampai ratusan juta rupiah.
Punden Sumberan ini merupakan salah satu petilasan Pangeran Mangkubumi yang sempat dikunjungi Sri Sultan Hamengkubuwono X saat mengadakan Muhibah Budaya 2026 beberapa waktu lalu.
Setelah bersih-bersih selesai, para warga dan anggota Pastika Sragen mengadakan sarasehan sederhana. Sekretaris Desa Japoh, Sugiyanto, menyebutkan ada 24 jenis pohon yang ada di Punden Sumberan Japoh.
Dia awalnya tidak tahu kalau Punden Sumberan merupakan petilasan Pangeran Mangkubumi karena dari empat kades di Japoh dan sesepuh Japoh tidak pernah bercerita tentang Sumberan sebagai petilasan Pangeran Mangkubumi. Hingga akhirnya, kata dia, ada kunjungan Sultan yang menguatkan bahwa Sumberan menjadi petilasan Pangeran Mangkubumi.
Dia ingat pada 2022 sudah ada komunitas sejarah yang menyebut bahwa Sumberan merupakan petilasan Pangeran Mangkubumi, tetapi kala itu belum ada referensi yang kuat.
Kemudian, sebelum ada kunjungan Sultan, Sugiyanto menyebut ada catatan tentang petilasan Pangeran Mangkubumi yang ada kaitannya dengan Punden Sentana yang masih berada di Desa Japoh. Dia menyebut sosok yang ada di Punden Sentana dikenal dengan nama Pandu Pergola Pati yang diduga merupakan sentana Pangeran Mangkubumi.
Ketua Yayasan Pastika Kabupaten Sragen Lilik Mardiyanto sempat menyinggung tentang sepak terjang Pangeran Mangkubumi di Sumberan yang mengacu pada informasi dari Babad Giyanti.
Dia berpesan nilai sejarah desa penting digali dan mendorong desa bisa menemukan produk lokal yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga desa. Dia mencontohkan kayu tlogosari di Desa Blangu, Gesi, Sragen, yang sudah kering dapat dimanfaatkan untuk pipa rokok dan bernilai ekonomis.
“Kami mendorong Desa Japoh juga dapat mengenali potensi desanya dan dapat diolah menjadi produk desa. Salah satunya air tujuh sendang dengan kadar pH yang tinggi dapat diolah menjadi minuman saat ada kegiatan desa sehingga bisa menghemat anggaran,” ujar dia.

Leave a Reply