5 Jembatan di Bantul Direhabilitasi, Pemkab Kucurkan Rp10 Miliar

5 Jembatan di Bantul Direhabilitasi, Pemkab Kucurkan Rp10 Miliar
Ilustrasi jembatan. (Freepik)

Malukutime.com, BANTUL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk merehabilitasi lima jembatan yang menjadi akses penting mobilitas warga pada 2026. Seluruh proyek dibiayai melalui APBD dan kini memasuki tahap administrasi sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Rehabilitasi dilakukan untuk mengatasi penurunan kondisi jembatan akibat usia bangunan dan tingginya intensitas penggunaan. Selain meningkatkan keselamatan, perbaikan juga diharapkan memperlancar konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Agustina Dwi Kuswandari, mengatakan seluruh proyek rehabilitasi tahun ini sedang berproses menuju tahap pelaksanaan.

“Tahun ini ada lima proyek rehabilitasi jembatan di Bantul, semuanya dari APBD,” kata Agustina, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kondisi setiap jembatan berbeda sehingga metode penanganannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknis di lapangan.

“Kalau detailnya beda-beda semua, tetapi semua jenis pengerjaannya perbaikan,” ujarnya.

Lima Jembatan Jadi Prioritas

Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Simbolon, mengatakan lima jembatan yang akan direhabilitasi tersebar di sejumlah wilayah strategis, yakni Jembatan Dodogan–Pokoh di Kapanewon Dlingo, Jembatan Kweni–Druwo di Kapanewon Sewon, Jembatan Panggang–Paker di Kapanewon Pundong, Jembatan Pedes–Surobayan di Kapanewon Sedayu, serta Jembatan Sumberan di Kapanewon Kasihan.

Menurut Jimmy, anggaran Rp10 miliar akan digunakan untuk menangani berbagai kerusakan sesuai hasil kajian teknis. Bentuk pekerjaan pada masing-masing jembatan dapat berbeda, bergantung pada tingkat kerusakan dan kebutuhan penguatan konstruksi.

“Total anggarannya Rp10 miliar untuk lima jembatan itu,” katanya.

Pemkab Bantul menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum akhir tahun anggaran 2026 sehingga jembatan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman.

Jimmy menambahkan, pelaksanaan proyek juga akan diawasi agar kualitas pekerjaan sesuai standar karena sebagian jembatan merupakan jalur yang padat digunakan masyarakat.

“Targetnya sebelum akhir tahun sudah selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Leave a Reply