Malukutime.com, KUDUS — All-Stars Kudus sukses mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 setelah mengalahkan All-Stars Jakarta melalui adu penalti 4-3 usai bermain imbang tanpa gol di waktu normal pada partai final di Supersoccer Arena, Kudus, Kamis (26/6/2026).
Keberhasilan tersebut menegaskan dominasi tim tuan rumah dalam ajang yang menjadi puncak pembinaan sepak bola putri usia dini yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife.
Sementara itu, All-Stars Surabaya mengamankan peringkat ketiga setelah menundukkan All-Stars Yogyakarta dengan skor 1-0.
Partai final berlangsung ketat sejak menit awal. All-Stars Kudus dan All-Stars Jakarta silih berganti melancarkan serangan, namun disiplin lini pertahanan kedua tim membuat peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.
Kudus sempat memperoleh peluang melalui tendangan bebas Renanthera Aluna Addya Putri pada menit kesembilan, tetapi masih mampu diamankan penjaga gawang Jakarta, Erza Khalifa Sakhi. Jakarta juga mendapat peluang melalui tendangan bebas Albianca Raula yang masih melambung di atas mistar.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Kudus tampil lebih agresif melalui tekanan tinggi, sementara Jakarta mengandalkan serangan langsung dari luar kotak penalti. Namun hingga waktu normal berakhir, skor tetap 0-0 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, para pemain Kudus tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mempertahankan trofi MLSC All-Stars.
Kiper All-Stars Kudus, Queisha Sava Azzalfa, mengaku latihan adu penalti yang dijalani sebelum laga final menjadi kunci keberhasilannya menggagalkan dua tendangan lawan.
“Pertandingannya memang panas sampai adu penalti. Tapi kami sudah fokus dan bekerja keras. Alhamdulillah bisa juara,” ujarnya selepas laga, Minggu (28/6/2026).
Pelatih All-Stars Kudus, Yayat Hidayat, mengatakan kekompakan tim yang terbentuk selama pemusatan latihan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mempertahankan gelar.
“Selama ini Indonesia kesulitan mencari bibit pemain sepak bola perempuan. Dengan adanya MilkLife Soccer Challenge ini sangat membantu mendapatkan pemain terbaik. Harapan saya kompetisi ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Sementara itu, pelatih All-Stars Jakarta, Arifin, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski harus puas menjadi runner-up.
“Kami memang tidak memiliki persiapan khusus menghadapi adu penalti. Bahkan saat menentukan penendang masih ada pemain yang menangis. Namun saya tetap bangga dengan perjuangan mereka,” ujarnya.

Leave a Reply