Malukutime.com, SRAGEN — Sebanyak 572 calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen mengikuti napak tilas perjuangan Pangeran Mangkubumi di Tempuran Sungai Mungkung, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan menjelang pengesahan warga baru yang dijadwalkan berlangsung di Padepokan Kroyo, Karangmalang, pada Minggu (21/6/2026).
Ketua PSHT Cabang Sragen, Suwanto, mengatakan tahapan menuju pengesahan telah dimulai sejak akhir Mei lalu. Selain pendadaran dan pembekalan, calon warga juga mengikuti berbagai kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan.
“Tahapan pengesahan diawali dengan tes pendadaran calon warga pada 31 Mei 2026 lalu. Kemudian pembekalan dan sedekah bumi dilaksanakan pada 7 Juni 2026 lalu sekaligus napak tilas perjuangan Pangeran Mangkubumi di Tempuran Kali Mungkung, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Pada momentum itu, kami menebar bibit ikan 13.500 ekor, menanam pohon 704 batang, dan melepas 707 ekor burung,” jelas Suwanto kepada Espos, Sabtu (13/6/2026).
Ia menjelaskan tahapan berikutnya adalah tes jago yang digelar di padepokan pada Sabtu (13/6/2026), dilanjutkan kegiatan bakti sosial donor darah pada Senin (15/6/2026). Puncak kegiatan akan berlangsung pada pengesahan calon warga baru PSHT pada 21 Juni mendatang.
Kenalkan Sejarah Perang Mangkubumen
Suwanto mengatakan napak tilas sengaja dilakukan di kawasan Tempuran Sungai Mungkung untuk mengenalkan sejarah Kabupaten Sragen kepada calon warga baru, khususnya terkait Perang Mangkubumen pada periode 1746-1757.
Menurutnya, wilayah Mungkung dan sekitarnya pernah menjadi basis pertahanan awal pusat pemerintahan darurat atau keraton ing alaga milik Pangeran Mangkubumi dalam perjuangannya melawan VOC.
“Daerah Mungkung menjadi lokasi strategis untuk konsolidasi pasukan. Napak tilas dilakukan untuk merawat situs bersejarah dan sering menjadi pusat kegiatan budaya,” ujarnya.
Sekretaris Umum PSHT Cabang Sragen, Joko Waluyo, menambahkan konsep pembekalan tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya dilakukan secara indoor, pembekalan kali ini digelar di ruang terbuka dengan memanfaatkan kawasan Tempuran Sungai Mungkung.
Ia menjelaskan lokasi tersebut memiliki nilai historis penting karena pada masa Perang Mangkubumen digunakan sebagai titik konsolidasi dan penyaringan pasukan yang akan memasuki wilayah Sragen.
“Tempuran Sungai Mungkung menjadi tempat untuk gelar pasukan. Pada masa-masa 1746 itu akses lalu lintas utama masih lewat jalur sungai. Napak tilas ini mengambil historis berdirinya Kabupaten Sragen yang menjadi tonggak awal Kasultanan Yogyakarta,” kata Joko.
Melalui kegiatan tersebut, PSHT Sragen berharap calon warga tidak hanya memahami ajaran organisasi, tetapi juga mengenal sejarah perjuangan yang menjadi bagian penting dari perjalanan wilayah Sragen dan Kasultanan Yogyakarta.

Leave a Reply