Dapil Neraka Solo Menanti Duel Politikus Muda, Ada Keponakan Jokowi

Dapil Neraka Solo Menanti Duel Politikus Muda, Ada Keponakan Jokowi
Tiga anak muda yang menjadi ketua partai politik tingkat Kecamatan Banjarsari, Solo, dari kiti ke kanan, Giyatno, Adityo Rimbo Galih Samudra dan Kevin Candra Sadewa.

Malukutime.com, SOLO — Kecamatan Banjarsari selama ini dikenal sebagai wilayah dengan jumlah pemilih terbesar di Kota Solo. Besarnya ceruk suara membuat kawasan ini kerap disebut sebagai “dapil neraka”, tempat partai-partai politik harus bekerja ekstra keras untuk memenangkan pertarungan elektoral.

Menjelang pemilu mendatang, dinamika politik di wilayah tersebut mulai menunjukkan warna baru. Sejumlah figur muda kini dipercaya memimpin struktur partai politik tingkat kecamatan dan berpotensi menjadi motor penggerak perebutan suara di daerah dengan pemilih terbesar di Kota Bengawan itu.

Setelah Adityo Rimbo Galih Samudra, 31, dipercaya memimpin DPC PSI Banjarsari, muncul nama-nama muda lain yang mendapat amanah serupa. Mereka adalah Ketua PAC Partai Gerindra Banjarsari Kevin Candra Sadewa, 26, serta Ketua PAC PDIP Banjarsari Giyatno, 35.

Ketiganya menjadi wajah generasi baru politik Banjarsari yang akan mengemban tugas tidak ringan, yakni memperkuat basis dukungan partai masing-masing di wilayah yang dikenal sangat kompetitif.

Berdasarkan catatan Espos, meski relatif baru di panggung politik, Adityo Rimbo bukan sosok sembarangan. Rimbo merupakan keponakan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Selain aktif di politik, Rimbo juga dikenal sebagai Komisaris Persis Solo, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Kota Solo.

Sementara itu, Kevin Candra Sadewa merupakan anggota DPRD Solo dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Kadipiro, dan Joglo. Pada usia 26 tahun, dia tercatat sebagai legislator termuda di DPRD Solo periode 2024–2029.

Adapun Giyatno mulai mencuri perhatian setelah ditunjuk sebagai Ketua PAC PDIP Banjarsari dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP se-Kota Solo di Hotel Mercure Solo pada Minggu (24/5/2026).

Generasi Baru di Dapil Paling Kompetitif

Darah muda Giyatno tidak diragukan lagi. Dia lahir dan tumbuh di lingkungan organisasi kepemudaan Dewan Muda Complek’z (DMC) Awesome yang berbasis di Distrikan, Minapadi, dan Cangakan, Kelurahan Nusukan.

Saat ini, Giyatno juga menjabat sebagai anggota Fraksi PDIP DPRD Solo. Dia terpilih dari Dapil IV Solo yang meliputi Nusukan, Banjarsari, Kadipiro, dan Joglo.

Sebagai pendatang baru dalam kontestasi legislatif, capaian suara Giyatno terbilang mencolok. Pada Pemilu 2024, dia berhasil mengumpulkan 4.413 suara, tertinggi di daerah pemilihannya.

Kehadiran tiga figur muda tersebut menarik untuk dicermati. Mereka tidak hanya membawa energi baru dalam politik lokal, tetapi juga akan menjadi ujung tombak partai masing-masing dalam memperebutkan suara pemilih di Banjarsari.

Tantangan yang mereka hadapi pun tidak ringan. Selain memiliki jumlah pemilih terbesar di Kota Solo, Banjarsari juga memperoleh alokasi 14 kursi DPRD Kota Solo, terbanyak dibandingkan wilayah lain.

Besarnya jumlah pemilih dan kursi yang diperebutkan membuat persaingan politik di wilayah ini selalu berlangsung ketat. Tak heran jika banyak kalangan menyebut Banjarsari sebagai “dapil neraka”.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo per 3 Juni 2026, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 di lima kecamatan adalah sebagai berikut:

  • Banjarsari: 129.569 pemilih
  • Jebres: 108.629 pemilih
  • Laweyan: 76.544 pemilih
  • Pasar Kliwon: 65.452 pemilih
  • Serengan: 58.815 pemilih

Data tersebut menunjukkan Banjarsari masih menjadi wilayah dengan potensi pemilih terbesar di Kota Solo. Kondisi itu membuat partai-partai politik hampir pasti akan mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk memenangkan pertarungan di kawasan tersebut.

Di tengah peta persaingan yang semakin ketat, kiprah para politikus muda ini menjadi salah satu cerita yang layak dinantikan pada pemilu mendatang.

Leave a Reply