Malukutime.com, SEMARANG — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah–DI Yogyakarta memberikan penjelasan terkait insiden sepeda motor terbakar di SPBU Sriwijaya, Kota Semarang, yang videonya viral di media sosial.
Area Manager Communication dan Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jateng–DIY, Taufik Kurniawan, membantah adanya pembiaran oleh petugas SPBU dalam penanganan kebakaran tersebut.
Taufik menjelaskan sepeda motor tersebut masuk ke area SPBU dalam kondisi mesin mati dan didorong oleh temannya. Setelah mengisi bahan bakar jenis Pertamax, kendaraan kemudian dibawa menuju pintu keluar SPBU.
“Di pintu keluar SPBU itu dicoba distarter, tetapi masih tidak bisa. Dicoba lagi juga tetap tidak menyala. Akhirnya diperbaiki dengan diotak-atik oleh konsumen dan temannya. Saat diotak-atik itulah muncul api,” ujar Taufik kepada Espos, Sabtu (4/4/2026).
Ia mengakui pada awal kejadian percikan api tidak langsung terpantau oleh petugas karena keterbatasan visibilitas di area SPBU.
Ketika terdengar teriakan dari konsumen, operator SPBU terlebih dahulu memastikan kondisi aman pada kendaraan lain yang sedang mengisi bahan bakar.
Taufik juga menegaskan bahwa narasi yang menyebut petugas enggan mengeluarkan alat pemadam api ringan (APAR) karena alasan mahal tidak benar.
Menurut dia, petugas langsung mengambil APAR untuk membantu memadamkan api.
“Tidak ada narasi APAR mahal dan tidak ada pembiaran. Kalau ada pembiaran, kami tidak mungkin membawa APAR ke lokasi. Dalam kondisi apa pun ini soal kemanusiaan dan tugas kita semua untuk menolong,” katanya.
Ia menjelaskan dalam kondisi darurat terdapat prosedur keselamatan yang harus dijalankan petugas SPBU.
Operator tetap harus memastikan kondisi di pulau pompa tempat bertugas aman agar tidak menimbulkan risiko lain, seperti nozzle terlepas atau bahan bakar tumpah yang dapat memicu bahaya lebih besar.
Dalam kejadian tersebut, Taufik juga menyoroti kondisi sepeda motor yang sudah bermasalah sejak memasuki area SPBU.
Menurutnya, berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), terlihat dua orang mencoba memperbaiki sepeda motor yang tidak dapat berjalan sebelum akhirnya muncul api.
“Dari rekaman CCTV terlihat dua orang ini mengutak-atik motor karena tidak bisa berjalan. Jadi sebagian narasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan kejadian tersebut merupakan musibah dan pihaknya berharap masyarakat dapat memahami kronologi sebenarnya berdasarkan hasil penelusuran di lapangan.

Leave a Reply