Malukutime.com, NGAWI — Perum Bulog RI mencatat stok beras nasional mencapai 4,4 juta ton hingga awal April 2026. Angka tersebut melampaui target serapan tahun ini sebesar 4 juta ton dan dinilai menjadi sinyal positif menuju swasembada pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, hingga petani serta pelaku usaha penggilingan padi.
“Per 3 April 2026, stok beras di gudang Bulog sudah mencapai 4,4 juta ton. Ini melampaui target dan menjadi capaian yang membanggakan,” ujarnya saat meninjau gudang Bulog di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan panen perdana di lahan seluas sekitar 315 hektare di Desa Baderan, salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.
Menurut Ahmad Rizal, Kabupaten Ngawi memiliki potensi produksi padi yang cukup besar dan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, produksi padi di Kabupaten Ngawi mencapai 772.571 ton gabah kering giling (GKG) atau sekitar 7 persen dari total produksi Jawa Timur.
Ia menegaskan Bulog berkomitmen menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, termasuk di Kabupaten Ngawi. Bulog memastikan pembelian gabah sesuai ketentuan pemerintah dan di beberapa lokasi bahkan berada di atas harga acuan.
“Kehadiran kami untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak sehingga kesejahteraan mereka meningkat,” katanya.
Terkait kapasitas penyimpanan, Ahmad Rizal menjelaskan Bulog saat ini memiliki daya tampung gudang hingga 5,2 juta ton beras. Kapasitas tersebut juga diperkuat melalui pemanfaatan gudang sewa atau filial.
Ia memastikan ketersediaan beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras yang ada merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Masih ada ruang sekitar 1,2 juta ton, ditambah dukungan gudang sewa. Ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.
Bulog juga memperkirakan stok beras nasional masih berpotensi meningkat seiring berlangsungnya masa panen dan penyerapan gabah petani untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Bahkan hingga akhir 2026, stok beras nasional diperkirakan bisa mencapai sekitar 6 juta ton sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. “Dengan estimasi tersebut, stok bisa mencukupi kebutuhan sampai Desember,” pungkasnya.

Leave a Reply