Bersama Kepolisian Jepang, Polri Gelar Pelatihan Personel di Polresta Solo

Bersama Kepolisian Jepang, Polri Gelar Pelatihan Personel di Polresta Solo
Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, bersama pakar JICA, Senior Police Commissioner Nakanishi Akira, berkeliling Mapolresta Solo di sela-sela pelatihan pencegahan kejahatan, Selasa (21/4/2026). (Istimewa/Polresta Solo)

Malukutime.com, SOLO – Polresta Solo bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) mulai menggelar pelatihan untuk meningkatkan kapasitas personel khususnya dalam pencegahan kejahatan (crime prevention). Pelatihan diikuti puluhan personel. 

Agenda ini merupakan salah satu bagian kerja sama yang luas antara Polri dengan Kepolisian Jepang dengan tujuan peningkatan kapasitas personel polisi dalam pencegahan kejahatan dan stabilitas keamanan di masyarakat.

Pelatihan yang dipusatkan di Aula Wirasatya ’96 Mapolresta Solo ini direncanakan berlangsung hingga Kamis (23/4/2026). Sebanyak 40 personel kepolisian dari wilayah Polda Jawa Tengah serta Polres jajaran se-Soloraya dan Pati turut hadir sebagai peserta untuk menyerap ilmu kepolisian dari Negeri Sakura tersebut.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, saat membuka acara menyatakan pelatihan ini merupakan langkah krusial bagi jajaran kepolisian untuk beralih ke strategi yang lebih efektif dan proaktif. Menurutnya, tantangan keamanan di masa depan memerlukan pendekatan yang tidak sekadar penegakan hukum, tetapi juga pencegahan yang matang.

​”Program ini sangat bermanfaat dalam membekali personel kami dengan strategi pencegahan kejahatan yang lebih mendalam. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari JICA dalam berbagi pengalaman serta metode-metode yang telah terbukti sukses diimplementasikan di Jepang,” kata Kapolresta Solo dalam keterangan pers yang diterima Espos, Selasa (21/4/2026).

Perspektif Baru

Sinergi internasional ini, lanjut dia, diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi para personel di lapangan agar lebih sigap dalam membaca potensi gangguan keamanan sebelum menjadi tindak kriminalitas yang nyata. Ke depannya tidak berhenti pada pelatihan ini saja, melainkan terus berlanjut guna menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks di era digital.

“Dengan perpaduan teknologi berbasis data dan kearifan lokal dalam bersosialisasi, situasi kamtibmas di wilayah Solo dan sekitarnya diharapkan tetap aman serta kondusif,” kata dia.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi langsung dari pakar kepolisian JICA, Senior Police Commissioner Nakanishi Akira. Dalam paparannya, Nakanishi menekankan beberapa poin modern yang menjadi standar kepolisian di Jepang, di antaranya seputar kepolisian berbasis data di mana penggunaan data statistik dan pemetaan wilayah rawan untuk menentukan langkah pencegahan.

​Selain itu, patroli proaktif berupa pola patroli yang dinamis dan menyentuh titik-titik krusial di jam-jam rawan serta peningkatan keterlibatan masyarakat dengan memosisikan masyarakat bukan sekadar objek keamanan, melainkan mitra aktif kepolisian.

Nakanishi juga mengungkapkan kunci utama terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif adalah kolaborasi yang erat antara polisi dan masyarakat. “Kami senang dapat bekerja sama dengan kepolisian Indonesia. Melalui pertukaran pengetahuan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi keamanan di sini,” kata dia.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Aiptu Carsun, yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Mojosongo, Polsek Jebres, mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat aplikatif untuk diterapkan di wilayah tugasnya.

​”Materi yang disampaikan sangat relevan dengan apa yang kami hadapi di lapangan, terutama mengenai cara membangun komunikasi yang lebih baik dengan warga dan pola patroli yang lebih efisien,” jelas Carsun.

Leave a Reply