Malukutime.com, BANDUNG – Uji penggunaan bahan bakar biodiesel campuran 50% (B50) terhadap mesin diesel sektor otomotif diklaim menunjukkan hasil positif dan menunjukkan bahan bakar nabati (BBN) tersebut telah sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan hasil uji coba yang melibatkan 9 unit kendaraan menunjukkan bahwa performa kendaraan tetap terjaga dan sesuai dengan klaim pabrikan, tanpa indikasi gangguan signifikan pada mesin.
“Performa mesin tadi dilaporkan tidak ada ganti filter,” ujarnya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).
Adapun secara terperinci, hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan dengan kandungan FAME sekitar 49%–50%. Parameter kadar air pun di bawah yang dipersyaratkan sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi cair, yaitu maksimum sebesar 300 ppm, dari 320 ppm untuk B40.
“Ini yang tadi uji water content, keluar angkanya 208,81 ppm. Artinya di bawah 300 ppm. Lebih bagus karena kandungan airnya lebih rendah,” jelas Eniya yang dikutip dari Antara.
Adapun kandungan monogliserida pada B50 menjadi maksimum 0,47% massa dari 0,5% massa untuk B40 dan kestabilan oksidasi menjadi minimal 900 menit dari minimal 720 menit untuk B40. Parameter ini katanya turut memengaruhi performa mesin kendaraan.
Sementara itu, pengujian emisi menunjukkan bahwa parameter karbon monoksida (CO) dan opasitas masih berada di bawah batas yang ditentukan sesuai standar yang berlaku. Kementerian ESDM juga mencatat, evaluasi kondisi mesin dan aspek operasional menunjukkan bahwa komponen mesin, pelumas, serta sistem bahan bakar tetap dalam kondisi baik dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan selama periode pengujian.
Lebih lanjut, Ketua Tim Uji B50 Cahyo Setyo Wibowo menjelaskan, seluruh pengujian dilakukan tanpa modifikasi mesin, mengikuti standar operasional pabrikan. Hasilnya, konsumsi bahan bakar tetap berada dalam rentang klaim pabrikan.
“Kalau bicara tentang konsumsi bahan bakar, itu paling gampang kan satu liter berapa kilometer. Nah jadi yang kita lakukan ini sesuai standar [pabrikan],” jelasnya.
Secara keseluruhan, uji B50 dilakukan serentak di enam sektor sejak 9 Desember 2025, yakni otomotif, pertambangan, pertanian, kelautan, pembangkit listrik, dan perkeretaapian.
Pemerintah menargetkan tiga sektor utama otomotif, tambang, dan maritim dapat menyelesaikan pengujian pada Juli 2026. Uji di sektor lain, termasuk kereta api dan pengujian di suhu dingin seperti di kawasan Bromo, masih berlangsung untuk memastikan keandalan bahan bakar dalam berbagai kondisi operasional.
Adapun realisasi penyaluran biodiesel hingga pertengahan April 2026 telah mencapai sekitar 3,9 juta kiloliter atau hampir 25% dari total alokasi sebesar 15,65 juta kiloliter. Perubahan alokasi untuk B40 sampai dengan Juni 2026 dan B50 mulai Juli 2026, akan disesuaikan dengan kapasitas produksi dan kebutuhan biosolar dan lainnya dengan memperhatikan kondisi global dan perkembangan kebutuhan di dalam negeri.
Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Uji B50 Diklaim Mulus, ESDM Pastikan Performa Mesin Kendaraan Tetap Aman

Leave a Reply